Senin, 22 September 2014

HATI


Aku tak mengerti apa yang ku sedang ku pahami tentangmu.Tapi logikaku terus bergejolak,seolah ingin mengatakan bahwa ketakutanku selama ini benar.Ya aku harus mengabaikan hatiku,sesakit apapun.Tapi suatu saat akan terasa lebih menyakitkan lagi jika logikaku terbukti benar.Aku hanya memastikan dirimu tak sebaik yang orang sangkakan kepadamu.Hatiku salah menilaimu.Tapi aku sudah putuskan menjauh,menjauh sejauh yang aku bisa.Ya.......aku salut terhadapmu.LIKE!Kau membutakan mata hati mereka.Kumohon enyahlah....!!!!!Kali ini aku sangat membencimu.Seperti inilah akibatnya,jika suatu kebaikan disandarkan pada diri manusia akan berimbas kekecewaan.

    Jalani saja apa yang sudah kau putuskan di awal dan kau akan menuai apa yang kamu tanam.Aku tak ingin menyimpan dendam sedikitpun terhadapmu,Allah Maha Tahu.Aku takkan mendoakan keburukan bagimu.Karena kau sangat tau,itu akan memperlama aku untuk membuangmu.Aku tak ingin bilang ini sia-sia.Tapi kedepannya tetap akan ada suatu hikmah yang bisa aku ambil.Kuanggap ini adalah ujian untuk naik kelas.

    Orang bilang pengalaman itu mahal.WOW.......it's wonderful....sangat-sangat mahal.Dan pengalaman itu akan menjadikan pribadi yang lebih dewasa.PASTI.Tapi jika di ijinkan aku tak ingin bertambah dewasa.Aku ingin kembali di usiaku 5 Tahun,dimana aku merasa dunia ini semuanya adalah arena bermain.Hmmmm....tapi kenyataaan tetaplah kenyataan.Kamu takkan bisa flashback ke masa lalu.Yang harus kamu lakukan fir......mengulang dari awal dan yang pasti menjadi pribadi yang baik dan lebih baik lagi.Kebahagiaan itu kuncinya dari diri sendiri,sebisa apa kamu memanage hatimu  untuk memilih merasa terpuruk atau bahagia dalam kondisi apapun selama Allah masih disisimu.