Senin, 28 April 2014

Aku Tau Peranku

Kali ini aku tahu apa peranku di dunia ini :)
Aku
adalah sang pemeran utama dalam kehidupanku

Ada sedih yang kupendam rapat-rapat.
Ada pedih yang kugenggam erat-erat.
Hingga mereka pikir aku adalah sosok yang
kuat.
 Nyatanya tidak.
Ada sesuatu di dalam diriku yang perlahan-lahan
mulai runtuh.
Ada sesuatu di dalam diriku yang perlahan-lahan
mulai meretak, dan mungkin sebentar lagi akan
hancur.
Ada sakit hati yang tertahan, dan entah kapan
akan tersalurkan.
Di layar kaca penuh pura-pura ini tersusun
skenarioku tersenyum bahagia.
Diantara tak rela juga tak mau.
Aku sudah
terbiasa menahan tangis sambil tersenyum
manis.

Kuharap ada polisi rasa yang bisa memborgol
metode pura-pura itu ke penjara. Suruhlah para
polisi itu menahannya, agar jangan aku lagi yang
jadi tahanannya.
Agar tiada lagi yang menaruh diam sebagai
salah satunya alasan luka bisa diredam.


Aku tidak bermaksud menjadi yang palsu
dihadapanmu.
Hanya saja, aku terlalu takut menemui kenyataan
yang tak sesuai inginku.
Sebab bukan tak mungkin ketika nanti kamu
tahu hatiku luka dan aku berharap kamu datang
mengobati, nyatanya kita sama-sama terluka.


Entah sudah berapa tetes air mata yang
seharusnya kutahan, namun aku paling piawai
dalam mengekspresikannya dengan senyuman.
Tidak semuanya tahu bahwa ada isak yang
kuendap dalam diam. Karena ketika mereka tahu
pun, belum tentu mereka peduli.
Hanya kepada Sang Maha, tangisku tercurah
tanpa sandiwara . Dan hanya kepadaNya, aku
tahu bahwa pura-puraku hanyalah sia-sia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar